Tuesday, 16 November 2010

Misteri Hantu di Kantor Polisi

Foto: Riza A


Bojonegoro - Mendengar kata hantu pasti banyak yang akan menutup telinga atau ketakutan. Padahal makhluk gaib tersebut ada di sekitar kita. Meski sampai saat ini masih ada perdebatan soal wujud atau bentuk hantu. Selama ini hantu digambarkan memakai baju putih dengan wajah pucat.



Banyak orang mengatakan hantu ada di rumah atau bangunan tua, tapi di Bojonegoro, hantu muncul di dekat Kantor Polisi Sektor (Polsek) Dander di Jalan Hos Cokroaminoto, Desa/Kecamatan Dander. 

Menurut sejumlah warga, hantu-hantu yang sering muncul di sekitar Polsek Dander adalah para penunggu lahan kosong di belakang mapolsek yang bersanding dengan gedung Balai Desa Dander tersebut. Jenisnyapun lumayan banyak. Mulai dari hantu dengan bentuk bola api yang turun dari atas, suara-uara aneh, bau amis, hingga beragam hantu layaknya menggelar pertunjukan Wayang Kulit.
"Biasanya, mereka (makhluk halus,red) muncul saat malam Jumat Wage. Dan yang paling sering adalah terlihat seperti ada sebuah pertunjukan Wayang Kulit," kata Yudis, salah satu warga saat berbincang dengan detiksurabaya.com, Selasa (16/11/2010). 

Menurutnya, saat muncul, terdengar jelas suara gamelan, suara dalang dan suara banyak orang yang berkerumun. Tapi, begitu didekati ternyata tidak ada apa-apa.

"Sampai dari depan Mapolsek juga suara itu sering terdengar keras. Tapi, jika didengarkan dengan seksama, malah suaranya semakin jauh," tuturnya. 

Tak hanya Yudis, sebagian warga sekitar juga mengaku sering mengetahui hal serupa. Bahkan, para anggota Polisi yang bertugas di Polsek Dander juga tak jarang yang pernah merasakan keberadaan hantu di sekitar mapolsek.

"Memang, selama ini sering sekali ada yang merasa mendengar suara-suara orang menggelar Wayang Kulit, dan beberapa hal gaib lainya di sekitar polsek. Kabarnya sih memang berasal dari tanah kosong yang sudah lama tak terpakai dan saat ini hanya ditumbuhi beberapa pohon besar serta ilalang itu," ungkap Briptu Muryanto, anggota Polsek Dander.

Menurut polisi kelahiran Dander ini, beberapa orangtua di desa setempat pernah menyampaikan bahwa lahan kosong di belakang mapolsek yang berhadapan dengan Pasar Kecamatan itu beberapa puluh tahun silam adalah sebuah peternakan babi milik seorang lelaki keturunan yang biasa dipanggil Bahe. Namun, sejak sekitar 30 tahun lalu, peternakan itu sudah tidak ada lagi dan lahannya dibiarkan kosong sampai saat ini.

Karena tak terawat, lahan di belakang kantor Polisi itu dipenuhi ilalang serta pohon-pohon besar. Dan yang paling membuat lahan ini terkenal adalah para penunggunya yang diyakini sangat banyak sekali. Sampai-sampai, beberapa warga menyatakan bahwa di area tersebut berdiri sebuah kerajaan bangsa lelembut dengan banyak penghuni dan perhiasan mewah.

Jadi wajar jika banyak warga yang mengaku sempat mendengar suara banyak kerumunan orang dari situ. Kendati demikian, selama ini warga maupun para petugas di Polsek Dander juga merasa tidak terganggu dengan keberadaan kerajaan bangsa halus tersebut. Bahkan, ada beberapa warga yang sempat mendapat benda pusaka dari lahan kosong itu seperti keris, gaman dan beberapa jenis pusaka lainya.

"Saya memang sempat mendengar cerita-cerita itu dari para anggota dan warga setempat. Tapi, selama ini tidak sampai ada tugas atau pekerjaan yang terganggu akibat keberadaan mereka (mahluk hantu). Kita juga tidak khawatir atau takut apapun," tutur Kapolsek Dander AKP Pasuyanto saat dimintai komentar keberadaan kerajaan hantu di dekat polsek yang dipimpinnya.




Selain Penampakan, Sering Ditemukan Benda Pusaka


Salah satu yang paling paham tentang keberadaan kerajaan hantu di sekitar Polsek Dander adalah Brigader Soedarso. Maklum, selain saban hari berada di sana karena tugas, anggota polisi yang juga pawang reog ini memiliki kemampuan supranatural.


Selain pernah menyembuhkan dua orang tahanan yang kesurupan di dalam sel, Brigadir Soeroso juga beberapa kali melakukan penerawangan dan berhasil melihat sebuah rumah besar seperti kerajaan dengan lampu dan perhiasan serba mewah di sana. Namun, hal itu tidak terlihat sangat jelas karena memang tidak selayaknya kerajaan manusia.


"Yang terlihat jelas hanya bangunan megah dengan perhiasan serba mewah. Selain itu, terlihat juga banyak penghuninya yang lalu lalang di dalam dan di luar. Namun, bentuknya seperti apa tidak bisa nampak secara jelas," ungkap polisi yang lahir di Desa Karangsono, Kecamatan Dander tahun 1961 silam ini kepada detiksurabaya.com, Selasa (16/11/2010).


Di sisi lain, dengan kelebihan yang dimilikinya, Soedarso juga kerap kali mendapatkan barang pusaka dari lokasi kerajaan hantu itu. Pada tahun 2002 lalu, ia mengaku pernah mendapat Keris Luk Limo yang menyatu dengan gagangnya. Keris itu bentuknya menyerupai kepala naga. Tak hanya itu, Soedarso juga pernah mendapat pusaka Gembolo Geni dan Payung Pamungkas dari tempat angker itu.


Namun, Soedarso ternyata tidak berniat untuk memiliki barang-barang pusaka itu. Beberapa barang pusaka yang didapatnya itu telah dikembalikan lagi ke tempatnya semula dengan alasan tidak ada gunanya kalau disimpan terus di rumahnya.


"Pusaka-pusaka itu saya dapat kebanyakan saat berjaga malam. Tiba-tiba ada sesuatu yang mendorong saya untuk mendatangi lahan kosong di belakang polsek. Setelah saya turuti, ternyata ada benda pusaka. Tapi, semuanya sudah saya kembalikan ke tempat asalnya. Sebab, saya rasa tidak ada gunanya juga bagi saya," tandasnya.


Sementara Kaposek Dander AKP Pasuyanto mengatakan pihaknya tidak terlalu memikirkan keberadaan mahluk-mahluk halus tersebut. "Tentang keyakinan, saya sendiri memang percaya kalau ada makhluk gaib diantara kita. Namun, semua itu atas kehendak Allah, dan tidak ada hubunganya dengan kinerja polisi," ungkap Pasuyanto.


Selama tidak mengganggu kinerja, Kapolsek mengaku tidak ada rencana untuk mengusir atau memindahkan bangsa lelembut yang kabarnya bersarang di lahan kosong belakang mapolsek tersebut karena dunia mereka beda dengan dunia manusia.


Wanita Cantik & Potongan Tangan Sering Terlihat di Ruang Tahanan
Tak hanya benda pusaka dan suara-suara yang terdengar tapi juga kerap muncul sosok wanita tinggi besar dan potongan tangan yang biasa mondar-mandir. Terutama mendekati ruang tahanan di Polsek Dander, Bojonegoro.


Menurut sejumlah warga dan beberapa anggota polisi, hantu perempuan ini diyakini bersarang di pohon Solbin besar yang berjarak sekitar 10 meter di belakang mapolsek yang berhadapan dengan pasar desa.


"Wujudnya seperti wanita dan tinggi besar. Namun, jika diperhatikan dengan seksama malah menghilang. Demikian juga dengan potongan tangan tersebut," kata Yudis, warga setempat saat berbincang dengan detiksurabaya.com, Selasa (16/11/2010).


Beberapa polisi yang bertugas di polsek yang beralamat di Jalan Hos Cokroaminoto di Desa/Kecamatan Dander, mengaku sering melihat penampakan ini. Terutama, saat mereka mendapat giliran piket jaga malam.


"Biasanya, penampakan ini muncul dan berjalan dari belakang mako menuju ruang tahanan. Tapi ketika didekati langsung menghilang," ujar Brigadir Soedarso, anggota Polsek Dander.


Kendati sering menampakkan diri, hantu tersebut tidak menganggu. Kalaupun ada dua orang tahanan yang kesurupan, itu karena mereka pikiran kosong dan melamun sendirian di dalam sel tahanan berukuran 7x6 meter itu.


Kantor Polsek Dander dibangun pada tahun 1975. Lokasinya bukan bekas makam, hanya saja, di lokasi kosong ada sebuah pohon Solbin besar di belakang mapolsek yang diyakini banyak orang menjadi sarang makhluk ghaib.
(wln/wln) 

Artikel Terkait:

No comments:

Post a Comment